Yang membuat posisi Netanyahu semakin genting, tekanan kini juga datang dari Washington. Channel 12 melaporkan Minggu (21/6) lalu bahwa sejumlah pejabat pemerintahan Trump secara aktif mendiskusikan kemungkinan mendorong pergantian pemerintahan Israel.
Koalisi Netanyahu dinilai terlalu dikuasai faksi garis keras. AS disebut mulai membangun basis dukungan alternatif menjelang pemilu Israel yang dijadwalkan Oktober mendatang.
“Pemerintahan AS telah menyatakan keprihatinan tentang kelompok garis keras dalam pemerintahan Netanyahu dan berupaya membangun basis dukungan populer baru sebelum pemilihan umum (pemilu) Israel,” demikian laporan Channel 12 yang dikutip Anadolu.
Angka-angka survei pun tak berpihak pada Netanyahu. Jajak pendapat yang dirilis harian Maariv pada 19 Juni menunjukkan blok oposisi sudah cukup kuat untuk membentuk pemerintahan baru, unggul 61 kursi berbanding 49 kursi untuk koalisi Netanyahu. Partai-partai Arab bahkan diperkirakan meraih 10 kursi. (far)

