Menurut Huda, JLTS akan memungkinkan kendaraan dari arah Cirebon menuju kawasan wisata Kuningan tanpa harus melintasi pusat kota sehingga dapat mengurangi kemacetan sekaligus mempercepat mobilitas masyarakat dan wisatawan.
Politisi Fraksi PKB ini menyebut kesiapan proyek tersebut sudah cukup matang, termasuk dari sisi pembebasan lahan.
“Secara readiness criteria sudah tidak ada masalah. Dari total panjang sekitar 10 kilometer, lahan yang sudah terbebaskan mencapai sekitar 5 kilometer dan pembangunan bisa dimulai secara bertahap,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar mengatakan pemerintah daerah telah menjadikan pembangunan JLTS sebagai salah satu prioritas utama. Menurutnya, jalan tersebut akan menghubungkan Jalan Lingkar Timur Utara dengan Jalan Lingkar Timur Selatan untuk memperlancar arus transportasi antardaerah.
“Jalan ini sangat vital karena menjadi jalur mobilisasi antara Cirebon, Kuningan, Majalengka, Banjar, dan wilayah lainnya. Kami berharap pemerintah pusat dapat memberikan dukungan sehingga kawasan Kuningan selatan dapat berkembang dari sisi investasi, perdagangan, dan jasa,” kata Dian. (Tim Redaksi)

