Sementara Wakil Delegasi Tetap Republik Indonesia untuk UNESCO, Satrya Wibawa, turut menambahkan bahwa posisi Indonesia sebagai Wakil Ketua Grup IV memberikan peluang strategis untuk membawa kepentingan negara-negara berkembang ke dalam agenda global komunikasi dan media.
“Sebagai Wakil Ketua Grup IV IPDC, Indonesia dapat mendorong langkah-langkah praktis melalui penguatan koordinasi antarnegara anggota, identifikasi kebutuhan prioritas sektor media, peningkatan kapasitas jurnalis, serta memastikan isu keselamatan jurnalis, literasi media, dan transformasi digital menjadi bagian penting agenda kerja IPDC ke depan,” ujarnya.
Menurut Satrya, pembahasan mengenai dampak AI terhadap jurnalisme menjadi sangat relevan bagi Indonesia yang tengah menjalankan transformasi digital secara masif. “Penguatan pemanfaatan AI bagi infrastruktur media Indonesia menjadi isu yang sangat signifikan,” katanya.
Bagi Indonesia, pembahasan tersebut memiliki arti penting karena masa depan media tidak hanya ditentukan oleh kemampuan beradaptasi terhadap teknologi, tetapi juga oleh kemampuan menjaga kepercayaan publik di tengah banjir informasi dan maraknya disinformasi.

