Program tersebut mencakup insentif perpajakan, diskon transportasi, bantuan pangan, subsidi bahan baku industri, hingga perluasan program magang dan pelatihan vokasi. Menurut Charles, kombinasi kebijakan fiskal dan perlindungan sosial tersebut menunjukkan upaya pemerintah untuk menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mempertahankan laju pertumbuhan pada paruh kedua tahun ini.
“Dengan kombinasi insentif fiskal, bantuan sosial, dukungan transportasi, dan penguatan kualitas sumber daya manusia, pemerintah berupaya menjaga stabilitas ekonomi nasional sekaligus mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi,” jelas politisi Fraksi NasDem tersebut.
Lebih lanjut, ia menilai kondisi ekonomi saat ini memiliki tantangan yang berbeda dibanding masa pemulihan pascapandemi Covid-19. Saat ini, tekanan yang dihadapi lebih bersifat struktural, mulai dari melemahnya daya beli kelompok rentan, meningkatnya biaya produksi di berbagai sektor, hingga tekanan global yang memengaruhi investasi dan ekspor.
Oleh karena itu, ia berharap stimulus yang diberikan dapat menjaga konsumsi masyarakat sekaligus mempertahankan aktivitas produksi dan industri nasional.

