Tahun 2026 ini Jasa Marga mulai hadirkan sistem monitoring digital yang mampu mengukur jejak karbon, memantau pertumbuhan pohon secara berkala, serta menghitung potensi penyerapan karbon (carbon offset). Kolaborasi tersebut menjadi fondasi pengembangan Green Corridor, yaitu koridor hijau yang akan diterapkan secara bertahap di seluruh lokasi penanaman pohon Jasa Marga Group.
Jasa Marga secara konsisten terus merealisasikan program penghijauan secara berkelanjutan di setiap tahunnya. Tercatat, Perseroan telah menanam sebanyak 14.267 pohon pada tahun 2023, 50.762 pohon pada 2024, dan 31.130 pohon pada 2025. Jasa Marga berkomitmen angka ini bertambah di setiap tahunnya, baik yang ditanam di wilayah jalan tol maupun di rest area.
“Selain memperkuat koridor hijau di sepanjang jalan tol, Jasa Marga juga terus mentransformasikan kawasan rest area menjadi ruang publik yang lebih modern, nyaman, dan bernilai ekonomi. Revitalisasi Travoy Rest mengintegrasikan aspek pelayanan, pemberdayaan UMKM hingga keberlanjutan lingkungan. Revitalisasi tersebut juga merupakan bagian dari pengembangan Green Toll Road yang tidak hanya meningkatkan kualitas layanan bagi pengguna jalan tol, namun sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs),” tutup Rivan.

