Pebulu tangkis berusia 28 tahun itu menilai Teeraratsakul merupakan salah satu pemain yang tengah berkembang pesat di sektor tunggal putra dunia. Karena itu, ia memilih untuk tidak terpancing bermain cepat dan lebih banyak memanfaatkan reli panjang guna menguras stamina lawannya.
Kemenangan tersebut membuat Jonatan memperbesar keunggulan rekor pertemuan atas Teeraratsakul menjadi 2-0. Sebelumnya, kedua pemain pernah bertemu pada ajang internasional dan Jonatan juga berhasil keluar sebagai pemenang.
Pencapaian kali ini sekaligus menjadi peningkatan signifikan dibandingkan penampilan Jonatan pada Indonesia Open tahun lalu. Pada edisi 2025, langkahnya terhenti di babak 16 besar. Kegagalan tersebut kini berhasil ditebus dengan penampilan konsisten sepanjang pekan ini di Istora.
Di partai final, Jonatan akan menghadapi kejutan turnamen, yakni debutan asal Kanada, Victor Lai. Nama Lai tengah menjadi sorotan setelah dalam dua musim terakhir mencatat sejumlah hasil impresif, termasuk menjadi peraih medali perunggu Kejuaraan Dunia 2025 dan menembus semifinal beberapa turnamen level atas BWF.
