Ady menuturkan berdasarkan data Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, kebutuhan rumah atau backlog perumahan di Indonesia masih menjadi tantangan besar sehingga memerlukan keterlibatan berbagai pihak untuk menghadirkan solusi yang berkelanjutan. Melalui Program MLT, BPJS Ketenagakerjaan berupaya membantu peserta memperoleh akses pembiayaan dengan suku bunga yang kompetitif dan tenor yang lebih panjang dibandingkan skema komersial pada umumnya. “Kepemilikan rumah tidak hanya meningkatkan kualitas hidup pekerja, tetapi juga memberikan kepastian dan rasa aman bagi keluarga dalam jangka panjang,” tutur Ady.
Ady menyampaikan sinergi antara BPJS Ketenagakerjaan dan Bank BJB akan terus diperkuat melalui koordinasi dan monitoring secara berkala guna memastikan implementasi Program MLT berjalan optimal. Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya mempercepat penyerapan program di kalangan peserta yang memenuhi persyaratan serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada pekerja. “Kami mendorong monitoring dan evaluasi secara rutin bersama Bank BJB agar pelaksanaan Program MLT semakin efektif dan mampu menjangkau lebih banyak peserta,” jelas Ady.

