Dua sektor utama
Kegiatan temu bisnis tersebut dilaksanakan dalam dua sektor utama, yaitu kendaraan listrik roda dua serta kendaraan listrik roda empat atau lebih. Untuk sektor roda dua, kegiatan diselenggarakan di Kota Bekasi pada 7 Mei 2026 bekerja sama dengan PT Hartono Istana Teknologi (Polytron) dan diikuti 60 IKM komponen alat angkut.
Dari kegiatan tersebut, telah terjalin tindak lanjut penjajakan kerja sama antara Polytron dengan anggota Perkumpulan Industri Elektronik Logam dan Otomotif Tegal (PIELLOT), Perkumpulan Industri Kecil Menengah Komponen Otomotif (PIKKO), serta Asosiasi Pengusaha Engineering Karawang (APEK) untuk memasok berbagai kebutuhan komponen, mulai dari jok motor, housing plastik, mold and dies stamping, hingga komponen pendukung lainnya.
Selain itu, PT Pindad (Persero) selaku pelaksana utama Proyek Strategis Nasional Mobil Nasional juga melakukan diskusi lanjutan dengan sejumlah pelaku IKM komponen guna menjajaki peluang keterlibatan mereka dalam rantai pasok proyek mobil nasional.
Sementara itu, kegiatan temu bisnis sektor kendaraan listrik roda empat atau lebih dilaksanakan di Kabupaten Bekasi pada 22 Mei 2026 bekerja sama dengan PT SGMW Motor Indonesia dan PT VKTR Teknologi Mobilitas. Kegiatan tersebut mempertemukan sekitar 70 IKM komponen alat angkut dengan industri kendaraan listrik untuk menjajaki peluang penyediaan komponen lokal bagi kendaraan listrik roda empat, bus, dan truk listrik.
“Temu bisnis ini merupakan jembatan konkret bagi IKM komponen alat angkut dalam negeri agar mampu masuk ke dalam rantai pasok industri kendaraan listrik domestik maupun global. Kami ingin memastikan IKM lokal tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi bagian penting dalam penyediaan komponen berkualitas bagi industri kendaraan listrik nasional,” tegas Reni.
Selain memfasilitasi kemitraan, Ditjen IKMA juga terus meningkatkan kompetensi pelaku IKM melalui program pelatihan perbengkelan kendaraan listrik roda dua dan kendaraan listrik multiguna. Program tersebut mencakup pengenalan komponen, analisis kerusakan, perawatan kendaraan listrik, praktik service maintenance, hingga penerapan standar keselamatan kerja.
“Langkah ini merupakan bagian dari dukungan kami terhadap agenda transisi energi, ekonomi hijau, serta upaya mewujudkan kemandirian industri otomotif nasional,” pungkasnya. ***
