“Masyarakat di sini memiliki tradisi Kuda Pacu, oleh karenanya hal tersebut menjadi potensi yang harus dikembangkan agar melahirkan atlet-atlet dan juga kuda lokal yang berprestasi. Unsur tradisi yang ada harus tetap dipertahankan dengan peningkatan kualitas penyelenggaraan yang tertib dan aman,” kata Ketum KONI Pusat.
“Dengan tradisi masyarakat yang dekat dengan Kuda Pacu, pengembangan olahraga Berkuda Memanah juga berpotensi. Venue ini juga dapat digunakan untuk Berkuda Memanah,” sambungnya.
Selanjutnya, rombongan menuju Sirkuit Mandalika. Melihat sirkuit kelas internasional dari Bukit 360, Ketum KONI Pusat melihat Kejurnas Mandalika Racing Series (MRS) 250 cc yang diselenggarakan Pengurus Pusat Ikatan Motor Indonesia (PP IMI). Diharapkan sirkuit kebanggaan Indonesia itu menjadi venue olahraga bermotor pada PON XXII.
“Ini adalah venue yang membanggakan bagi Indonesia karena diakui internasional, oleh karena itu juga harus dimanfaatkan untuk pembinaan atlet Indonesia dan menjadi venue PON XXII,” terang Marciano.

