Ketum PB PABSI Rosan juga menyampaikan bagi cabang olahraga angkat besi, hal ini sejalan dengan sistem pembinaan yang telah PB PABSI jalankan sejak 2015, yakni pelatnas jangka panjang yang berkesinambungan melalui sistem pelatnas terpusat tanpa pemulangan atlet. Sistem ini mencakup pembinaan atlet secara menyeluruh, mulai dari level youth, junior, hingga senior.
“Kami percaya, prestasi olahraga tidak dibangun dalam hitungan bulan, tetapi melalui proses bertahun-tahun yang membutuhkan kepastian program dan dukungan yang berkelanjutan. Sejak usia 14-15 tahun, atlet sudah dibina secara terpusat dengan pendekatan komprehensif yang meliputi aspek latihan, gizi, pembinaan mental, serta dukungan sport science secara berkelanjutan,” kata Rosan.
“Pendekatan ini telah menunjukkan hasil nyata melalui berbagai capaian internasional, antara lain medali emas Olimpiade 2024, gelar juara dunia, rekor dunia, serta prestasi di Asian Games yang sebelumnya belum pernah diraih Indonesia di cabang angkat besi,” tambahnya.

