“Kalau tidak ada permintaan, tentu tidak akan ada pasokan. Jika para pelaku terus berupaya memasukkan narkotika ke lapas dengan berbagai modus, berarti ada pasar yang dianggap menjanjikan. Ini yang harus diungkap dan diputus,” tegasnya.
Legislator dari Fraksi PKB ini pun menilai, tingginya nilai jual narkotika di dalam Lapas dan Rutan menjadi salah satu faktor yang membuat jaringan narkotika terus mencari celah untuk memasukkan barang terlarang tersebut.
Karena itu, ia meminta Polri, Badan Narkotika Nasional (BNN), serta Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan memperkuat kolaborasi guna mengembangkan kasus hingga ke akar permasalahan, termasuk mengungkap bandar, pemesan, pengendali transaksi, hingga aliran dananya.
.“Keberhasilan menggagalkan penyelundupan tentu patut diapresiasi, tetapi keberhasilan yang sesungguhnya adalah ketika jaringan atau sindikat di belakangnya berhasil dibongkar,” pungkasnya. (Tim Redaksi)

