Secara permainan, Meksiko diprediksi tampil dengan formasi 4-3-3 yang mengandalkan dominasi penguasaan bola dan agresivitas dari kedua sisi lapangan. Empat pemain belakang akan bermain cukup tinggi untuk menopang tekanan sejak menit awal, sementara trio gelandang bertugas menjaga ritme permainan sekaligus mengantisipasi serangan balik lawan.
Di sisi lain, Afrika Selatan datang dengan sejumlah pekerjaan rumah. Tim racikan Hugo Broos belum menunjukkan performa yang benar-benar meyakinkan setelah hanya bermain imbang tanpa gol melawan Nikaragua dan ditahan Jamaika 1-1 dalam dua laga uji coba terakhir.
Broos sendiri mengakui timnya masih membutuhkan banyak perbaikan agar mampu bersaing di level tertinggi. Karena itu, Bafana Bafana diperkirakan memilih pendekatan yang lebih realistis.
Formasi 4-2-3-1 atau bahkan berubah menjadi 4-5-1 saat bertahan diprediksi menjadi pilihan utama. Strategi ini memungkinkan Afrika Selatan menjaga organisasi pertahanan sambil menunggu peluang melakukan serangan balik cepat. Kecepatan para pemain sayap mereka berpotensi menjadi ancaman jika Meksiko terlalu berani menekan.
