“Sebenarnya banyak jenis olahraga tradisional yang sudah jarang ada. Seperti bermain egrang, gangsing/panggalan dan sebagainya,” tambahnya.
Sementara, Ketua Panitia Lomba Ketapel, Eko Pujianto menambahkan, peserta lomba totalnya mencapai 520 peserta. Dalam lomba ini pihak panitia menyiapkan alat ketapel berikut dengan pelurunya. Satu peserta dibekali tujuh peluru untuk membidik kaleng kecil yang berjarak tembak sekitar tujuh meter.
“Para pemenangnya akan mendapat hadiah berupa piala, sertifikat dan sejumlah uang pembinaan untuk juara pertama, kedua dan ketiga,” ungkap Eko.
Sementara itu, peserta perwakilan dari Satpol PP Kota Jakarta Timur, Andik Sukaryanto mengatakan, dia sangat senang mengikuti lomba ini. Karena saat dia masih kanak-kanak sering bermain ketapel di pinggir Sungai Ciliwung di bilangan Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Bahkan dia juga beberapa kali mengikuti lomba ketapel di Jakarta Selatan.
“Sangat seru, kita bisa mengenang masa lalu saat bermain ketapel dengan teman-teman sebaya dulu semasa kecil di pinggir kali. Sekarang bisa jadi ajang silaturahmi sesama pegawai se-Jakarta Timur,” ucap Andik.
