Susanto menjelaskan bahwa Ghosun Iron Camp tidak hanya menyediakan pelatihan tinju, tetapi juga membuka berbagai cabang olahraga bela diri lainnya, seperti silat, taekwondo, karate, dan wushu. Menurutnya, keberagaman cabang olahraga tersebut memberikan pilihan bagi peserta untuk mengembangkan minat dan bakat sesuai kemampuan masing-masing.
“Kami berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan pemerintah setempat kepada Ghosun Iron Camp untuk ikut berkontribusi dalam membina anak-anak dan remaja. Kami ingin menghadirkan lingkungan yang positif melalui olahraga dan pembentukan karakter,” katanya.
Ia menambahkan, olahraga memiliki peran penting dalam mengarahkan energi generasi muda ke aktivitas yang produktif. Selain meningkatkan kebugaran dan kedisiplinan, olahraga juga dinilai mampu membangun mental tangguh, semangat kebersamaan, serta rasa tanggung jawab.
Dalam kesempatan yang sama, Susanto juga menyoroti pentingnya menjaga soliditas dalam organisasi olahraga. Menurutnya, perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar selama seluruh pihak tetap berorientasi pada tujuan bersama, yakni memajukan organisasi dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
