Selanjutnya persiapan PON 2028 menjadi materi pembahasan. Komisi X DPR RI meminta Kemenpora memastikan penyelenggaraan berjalan di di Nusa Tenggara Barat-Nusa Tenggara Timur sebagai tuan rumah utama berjalan optimal dan mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi.
“Dalam pelaksanaan PON 2028, Jakarta akan berperan sebagai provinsi penyangga karena keterbatasan venue. Dalam Rakernas KONI pada Mei, juga telah ditetapkan PON berikutnya tahun 2032 akan diselenggarakan di Banten-Lampung, sehingga diharapkan tuan rumah memiliki waktu yang lebih lama untuk memperisapkan diri,” terangnya.
Menpora Erick juga menyampaikan kesiapan Indonersia menghadapi Asian Games 2026, dengan kondisi anggaran pelatnas saat ini yang menurun signifikan dibanding saat mempersiapkan diri mengikuti Asian Games 2022 lalu. Target 4 emas menjadi sasaran yang realistis bagi kontingen Indonesia, mengingat ada 3 nomor potensial yang tidak dipertandingkan.
Raker pun berlanjut dengan membahas mengenai progres direktif Presiden terkait pembangunan akademi olahraga nasional dan pusat pelatihan tim nasional, hingga 100 beasiswa keolahragaan dan membangun sistem jaminan masa depan untuk kesejahteraan atlet.
