Selama bulan Juni 2026, pengunjung akan disuguhkan berbagai rangkaian kegiatan menarik, antara lain:
- Bazar UMKM bersama Dekranasda Jakarta Pusat yang menghadirkan berbagai produk kriya, fesyen, kerajinan tangan, serta produk kreatif lokal.
- Pertunjukan Seni Palang Pintu Betawi sebagai simbol penyambutan tamu yang sarat nilai budaya.
- Pagelaran Tari Tradisional Betawi yang menampilkan berbagai tarian khas seperti Nandak Ganjen.
- Festival Kuliner Betawi yang menghadirkan beragam hidangan autentik seperti Soto Betawi, Nasi Uduk Betawi, Kerak Telor, Laksa Betawi, Semur Jengkol, Gabus Pucung, Asinan Betawi, Dodol Betawi, Bir Pletok, Es Selendang Mayang, Kembang Goyang, Geplak Betawi, dan aneka jajanan tradisional lainnya.
- Aktivasi promosi budaya Betawi melalui berbagai program interaktif bagi para tamu hotel.
- Melalui penyelenggaraan Festival Jali Jali setiap tahunnya, Merlynn Park Hotel Jakarta terus memperkuat posisinya sebagai hotel yang tidak hanya menghadirkan layanan perhotelan berkualitas, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap pelestarian budaya lokal dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Dalam sambutannya, Drs. Arifin, M.A.P., Wali Kota Jakarta Pusat, menyampaikan apresiasi atas konsistensi Merlynn Park Hotel Jakarta dalam mendukung pelestarian budaya Betawi.
“Saya mengapresiasi Merlynn Park Hotel Jakarta yang secara konsisten setiap tahun menyelenggarakan Festival Jali Jali sebagai bagian dari perayaan Hari Ulang Tahun Kota Jakarta. Kolaborasi antara dunia usaha, pemerintah, komunitas budaya, dan pelaku UMKM seperti ini merupakan contoh nyata bagaimana budaya lokal dapat terus hidup, berkembang, dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Saya berharap Festival Jali Jali dapat terus menjadi agenda budaya yang dinantikan masyarakat sekaligus menjadi media promosi budaya Betawi kepada wisatawan dari berbagai daerah maupun mancanegara.”
Ia juga menegaskan bahwa Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat akan terus mendorong sinergi bersama sektor swasta dalam mengembangkan ekonomi kreatif berbasis budaya sebagai bagian dari pembangunan Jakarta yang semakin maju, inklusif, dan berdaya saing global.


