Padahal, Nadiem secara ekonomi telah berkecukupan sehingga tak ada alasan dorongan ekonomi.
Sedangkan dalam pertimbangan yang meringankan, Nadiem belum pernah dihukum sebelumnya.
“Keadaan yang meringankan, terdakwa belum pernah dijatuhi pidana sebelumnya, terdakwa bersifat sopan dan kooperatif selama persidangan, terdakwa sebelumnya dikenal sebagai tokoh yang berkontribusi dalam inovasi pendidikan dan teknologi,” ujar hakim.
Selain itu, hakim juga menghukum Nadiem membayar denda Rp 1 miliar subsider 190 hari kurungan dan uang pengganti Rp 809 miliar. Apabila Nadiem tidak dapat membayar, maka harta kekayaannya dapat dirampas dan dilelang. Jika harta tidak mencukupi, maka diganti lima tahun kurungan.
Adapun hukuman yang diberikan oleh hakim lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Sebelumnya, Nadiem dituntut hukuman 18 tahun penjara, denda Rp 1 miliar subsider 190 hari pidana kurungan. Selain itu, jaksa menuntut Nadiem membayar uang pengganti sebesar Rp 809.596.125.000 (809 miliar) dan Rp 4.871.469.603.758 (4,8 triliun) atau total senilai Rp 5.681.066.728.758 (5,6 triliun) subsider 9 tahun pidana kurungan. (Yudha Krastawan)

