“Kondisinya sudah lebih baik. Mata kanan yang sebelumnya bengkak sudah membaik dan sudah bisa melihat,” kata Feriandi.
Menurut Feriandi, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak telah mengunjungi korban untuk memberikan pendampingan selama masa pemulihan.
Namun hingga kini, belum ada anggota keluarga yang datang secara langsung untuk mendampingi korban di rumah sakit. Seorang paman korban yang berada di Tanjung Uban disebut berencana datang, tetapi belum terlihat hingga saat ini.
“Hingga hari ini belum ada yang menjenguk. Pamannya yang berada di Tanjung Uban katanya mau datang, tapi sampai sekarang belum datang. Baik dari pihak bapak maupun dari pihak ibunya,” ujarnya.
Feriandi juga mengungkapkan bahwa ibu kandung korban saat ini berada di Malaysia. Pihaknya baru berhasil menghubungi ibu korban pada Sabtu malam setelah memperoleh nomor telepon yang bersangkutan.
Menurut pengakuannya, ibu korban sedang mengurus sejumlah dokumen dan berupaya segera kembali ke Batam untuk menemui anaknya.

