“Sebelum 2009 itu stuck hampir seluruh pelabuhan dikelola oleh BUMN yang dalam hal ini Pelindo. Nah, setelah 2009 swasta bisa mengelola pelabuhan. Nah ini banyak tumbuh dan itu meningkatkan PNBP dan pertumbuhan ekonomi,” kata politisi Fraksi PKB.
Menurut Sudjatmiko, pola serupa dapat dipertimbangkan untuk diterapkan pada sektor transportasi lain yang dinilai memiliki potensi ekonomi tinggi, termasuk perkeretaapian. Ia menilai pengembangan jalur kereta, khususnya di kawasan pertambangan memiliki prospek investasi yang menjanjikan jika diberikan ruang pengelolaan yang lebih terbuka.
“Kita tahu sektor kereta api ini bukan juga sesuatu yang tidak menarik. Kalau di daerah pertambangan itu sangat menarik. Nah sekarang ini kan keterkaitannya hanya PT KAI yang bisa mengelola jalur kereta api seperti itu,” jelasnya.
Ia berpandangan keterlibatan swasta dapat menjadi salah satu alternatif untuk mempercepat pembangunan infrastruktur transportasi tanpa sepenuhnya bergantung pada kemampuan fiskal negara. Dengan skema kolaborasi yang tepat, pengembangan konektivitas nasional dinilai tetap dapat berjalan sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru di berbagai wilayah. (Tim Redaksi)
