“Lapak ini punya sendiri sekarang, tapi ini kan kontrak 2 tahunan, sudah habis dan enggak tahu nanti sistemnya gimana,” ujarnya.
Kendati sempat mengalami pasang surut. Namun tidak terasa, usahanya yang dirintis dari nol kini sudah berjalan hampir 45 tahun. Dari jualan daging ayam potong, Sutina bisa membeli rumah sendiri di kawasan Cipayung.
Tidak hanya itu, perempuan lansia itu juga bisa menghidupi satu orang anak hingga menempuh pendidikan S1 kebidanan.
“Anak saya sekarang sudah menikah dan buka praktek bidan sendiri. Dia kuliah di Lenteng Agung situ, terus lulus sempat kerja di rumah sakit jadi bidan tapi sekarang buka praktek sendiri,” katanya.
Selain untuk anak perempuannya, Sutina juga bisa menghidupi tujuh keponakannya dari hasil jualan daging ayam potong. Membuat dia tetap semangat menjalani aktivitas sebagai pedagang ayam potong karena di rumah ada yang menanti hasil keringatnya.
Namun, dia tidak pernah berhenti berjualan meski harga daging ayam sering mengalami kenaikan cukup signifikan. Bahkan di tengah kenaikan harga BBM.
