“Komisi X DPR RI mendukung Perpusnas RI sebagai ujung tombak literasi dan penjaga peradaban Nusantara yang menghubungkan masa lalu, masa kini, dan masa depan, sehingga generasi muda tetap memahami sejarah, budaya, dan jati diri bangsa serta tidak melupakan akar peradabannya,” ujar Hetifah.
Menurut Politisi Fraksi Partai Golkar itu, alokasi anggaran yang tersedia saat ini masih belum memadai untuk mendukung pelaksanaan program dan pencapaian target peningkatan literasi nasional. Karena itu, Komisi X akan terus memperjuangkan penguatan anggaran Perpusnas agar sasaran RPJMN 2025-2029 dan RKP Tahun 2027 dapat tercapai secara optimal.
“Alokasi anggaran Perpusnas RI saat ini sangat tidak memadai untuk mendukung pelaksanaan program dan pencapaian target peningkatan literasi nasional, sehingga diperlukan penguatan kebijakan dan dukungan anggaran yang lebih optimal guna memperkuat budaya baca dan kecakapan literasi masyarakat,” katanya.
Lebih lanjut, Komisi X juga mendorong Perpusnas memprioritaskan penguatan layanan perpustakaan di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), kelompok marjinal, serta mempercepat digitalisasi layanan perpustakaan agar manfaatnya dapat dirasakan secara lebih merata.

