Namun, perjalanan yang seharusnya menjadi momen kebersamaan berubah menjadi mimpi buruk. Pendakian yang dilakukan menjelang Malam 1 Suro membawa mereka pada serangkaian peristiwa gaib yang mengerikan. Mereka mendengar suara gamelan misterius, melihat penampakan makhluk tak kasat mata, hingga tersesat dalam dimensi lain yang sulit dijelaskan secara logika.
Salah satu sosok yang menjadi pusat teror dalam film ini adalah entitas penjaga istana gaib Gunung Welirang yang dikenal sebagai Sang Ratu beserta para penarinya. Kehadiran mereka menjadi ancaman yang terus menghantui para pendaki saat berusaha mencari jalan keluar dari Alas Lali Jiwo.
Produser Chand Parwez Servia mengatakan bahwa Petaka Gunung Welirang tidak hanya menawarkan ketegangan dan kengerian, tetapi juga mengangkat nilai persahabatan yang kuat.
“Film ini akan membuat penonton merinding sekaligus terharu. Di balik teror yang dialami para tokohnya, terdapat perjuangan dan pengorbanan sahabat untuk saling menyelamatkan,” ujar Chand, Kamis (25/6/2026).

