Sementara itu, sutradara Indra Gunawan mengungkapkan proses produksi film berlangsung penuh tantangan karena dilakukan di sejumlah lokasi yang berada di jalur pendakian Gunung Welirang.
Menurutnya, keindahan alam yang ditampilkan dalam film berpadu dengan suasana mistis yang dipercaya masyarakat setempat, sehingga mampu memperkuat nuansa horor yang ingin disampaikan kepada penonton.
Bagi Antonio Blanco Jr, film ini menjadi pengalaman pertamanya menjalani syuting di jalur pendakian gunung dengan medan yang cukup berat. Ia mengaku mendapat banyak pelajaran dari proses produksi maupun cerita yang diangkat dalam film.
Selain menghadirkan ketegangan khas horor pendakian, film ini juga menyampaikan pesan mengenai pentingnya menjaga adab, menghormati kepercayaan lokal, mengendalikan ego, serta arti sebuah persahabatan saat menghadapi situasi sulit.
Dengan perpaduan kisah nyata, legenda mistis, dan drama persahabatan yang menyentuh, Petaka Gunung Welirang diharapkan menjadi salah satu film horor Indonesia yang menarik perhatian penonton pada pertengahan tahun 2026.(Vinolla)

