Vinicius Junior berpotensi menjadi senjata utama Brazil untuk mengeksploitasi ruang di belakang Achraf Hakimi. Kecepatan dan kemampuan duel satu lawan satu winger Real Madrid itu bisa menjadi ancaman serius, terutama melalui pola serangan balik cepat.
Di sisi lain, Maroko juga punya senjata yang tak kalah berbahaya. Hakim Ziyech tetap menjadi sumber kreativitas dari sektor sayap, sementara Ismael Saibari dan Brahim Diaz siap memberi variasi serangan dari lini kedua.
Ancelotti pun mengisyaratkan pendekatan yang lebih pragmatis di area pertahanan guna meredam agresivitas serangan sayap Maroko. (bam)
