Pada acara yang dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia itu, Gubernur Pramono menegaskan, para ulama dan habaib Betawi memiliki peran penting dalam menjaga harmoni sosial, memperkuat akhlak masyarakat, serta menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan cinta tanah air yang menjadi fondasi kehidupan masyarakat Jakarta hingga saat ini.
“Para ulama dan habaib bukan hanya penjaga nilai-nilai keagamaan, tetapi juga perekat persatuan di tengah keberagaman yang menjadi kekuatan utama Jakarta,” katanya.
Gubernur Pramono juga menyoroti pentingnya menjaga harmoni antarumat beragama sebagai bagian dari transformasi Jakarta menuju kota global. Menurutnya, keberhasilan Jakarta menyelenggarakan berbagai perayaan lintas agama dan budaya selama setahun terakhir menjadi bukti bahwa keberagaman dapat menjadi kekuatan yang menyatukan masyarakat.
“Kita menyaksikan berbagai kegiatan lintas agama dan budaya, mulai dari Christmas Carol, Imlek, Nyepi, Waisak, Ramadan hingga Idulfitri yang berlangsung dengan baik. Masyarakat dunia mengapresiasi bagaimana Jakarta mampu merawat keberagaman sebagai kekuatan bersama,” ujarnya.

