Dalam pandangannya, Campus League sudah selangkah lebih maju dalam membantu perguruan tinggi mewujudkan tridharma.
Di sisi lain, Ryan menegaskan bahwa kerja sama dengan kampus adalah bagian dari visi jangka panjang Campus League. Dalam tiga hingga empat tahun ke depan, Campus League berencana menerapkan sistem home and away ketika setiap kampus menjadi tuan rumah pertandingan secara bergantian.
Sistem ini, menurut Ryan, membawa dampak nyata bagi kampus. Fanbase terbentuk secara organik, alumni terdorong untuk mendukung almamater, dan kampus berpeluang menghasilkan pendapatan dari sponsorship.
“Revenue itu bisa digunakan untuk mengongkosi tim, menggaji pelatih, atau membiayai perjalanan tim untuk away. Tim kampus juga bisa menjual merchandise,” jelas Ryan.
Lebih jauh, sistem ini juga mendorong kampus untuk terus meningkatkan infrastruktur seperti lapangan yang layak, fasilitas yang memadai, dan venue yang ramah terhadap kamera siaran.”Ini adalah hal yang baik. Semoga kita semua bisa memperoleh manfaatnya,” tutup Dr. Andry. (bam)
