Tidak sekadar menjadi kegiatan eksplorasi alam, program ini juga memberikan kesempatan bagi generasi muda untuk belajar menjadi seorang naturalis, mengembangkan kemampuan observasi, meningkatkan literasi lingkungan, serta memahami bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan untuk mendukung upaya konservasi.
Menurut Pandu Setio, PR & Brand Communication Head Department PT Sharp Electronics Indonesia, keberlanjutan merupakan tanggung jawab bersama yang perlu dibangun melalui kolaborasi, edukasi, dan keterlibatan aktif masyarakat.
“Melalui Sharp Biodiversity Hunt 2026, kami ingin membuka ruang bagi generasi muda untuk belajar langsung dari alam, mengembangkan rasa ingin tahu, dan memahami bahwa setiap spesies memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan kehidupan. Kami berharap program ini dapat melahirkan lebih banyak naturalis muda yang memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan dan mampu menjadi agen perubahan bagi masa depan Indonesia,” ujar Pandu Setio.
Senada dengan hal tersebut, Idris, Kepala Divisi Pengelolaan Sumberdaya Terumbu Karang Yayasan TERANGI, menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam mendukung upaya pelestarian lingkungan.
“Konservasi tidak dapat dilakukan oleh segelintir pihak saja. Dibutuhkan keterlibatan aktif masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengenal dan memahami kekayaan hayati yang ada di sekitar mereka. Melalui Sharp Biodiversity Hunt, setiap observasi yang dilakukan peserta tidak hanya menjadi pengalaman belajar yang berharga, tetapi juga berkontribusi pada data ilmiah yang dapat mendukung berbagai upaya konservasi di masa depan. Inilah bentuk nyata bagaimana masyarakat dapat mengambil peran dalam menjaga keberlanjutan lingkungan,” jelas Idris.
