Taufik mengungkapkan, di wilayah Jakarta Timur ada sekitar 2.000 sekolah yang lahannya dapat dimanfaatkan untuk pertanian perkotaan.
Nah, untuk sekolah yang tidak mempunyai lahan, sambung dia, maka para siswa bisa memafaatkan tempat urban farming milik Pemprov DKI Jakarta.
Tak hanya itu, pihaknya akan memberikan ember-ember yang dapat dijadikan tempat untuk ditanami sejumlah sayuran.
“Kami bakal beri edukasi, mulai dari budidaya sampai pemasarannya. Jadi ke depan itu kami harap lahan-lahan yang ada di sekolah bisa jadi lebih produktif,” kata Taufik menambahkan.
Setiap kecamatan dan kelurahan sudah ada sekolah yang menjalani urban farming, namun masih jauh dari harapan.
Dalam perluasan urban farming ini, Sudin KPKP Jakarta Timur menggandeng unit kerja pemerintah daerah (UKPD) lainnya, seperti Sudin Pendidikan, Limgkungan Hidup, UMKM dan dunia usaha lain.
Ke depannya, Sudin KPKP Jakarta Timur bakal menjadi mentor atau mengajari pihak sekolah untuk bertanam, beternak dan membudidaya ikan.
“Sekolah adalah sebagai sarana edukasi buat adik-adik kita semua, pelajar-pelajar kita untuk menularkan kembali ke rumahnya masing-masing sehingga perluasan urban farming itu akan terasa lebih cepat,” imbuhnya.

