Menurut Taufik, hampir 98 persen di wilayah Jakarta Timur masih bergantung pada pasokan pangan di pasar. Diharapkan, jika urban farming di Jakarta Timur sudah kian luas maka masyarakat tidak lagi bergantung dengan bahan pokok di pasar.
“Kami harap di tahun-tahun mendatang lebih meningkat lagi dan berharap masing-masing kecamatan ada percontohan, ada pilot project untuk lokasi-lokasi sekolah yang sudah melakukan kegiatan urban farming mulai dari hulu sampai hilir,” tukasnya.
Dia juga menginginkan, setiap sekolahan di Jakarta Timur bisa melakukan urban farming secara mandiri agar meningkatkan ketahanan pangan.
“Adanya kegiatan ini, kita juga berharap tumbuh adik-adik kita, generasi penerus, untuk mulai menyenangi kegiatan urban farming yang ada di kota Jakarta Timur,” kata Taufik berharap besar. (Joesvicar Iqbal)

