“Gerakan pemilahan sampah di Jakarta berjalan sangat masif. Banyak RT dan RW yang telah lebih maju dari yang kami perkirakan. Karena itu, gerakan ini tidak boleh kendor dan harus terus diperluas agar menjadi budaya seluruh warga Jakarta,” ungkapnya.
Menjelang usia Jakarta yang ke-500 tahun, Gubernur Pramono mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan pilah sampah sebagai kebiasaan sehari-hari demi mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan lestari bagi generasi mendatang.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan, menyampaikan apresiasi atas langkah cepat Pemprov DKI Jakarta dalam menindaklanjuti arahan Presiden terkait percepatan penanganan sampah nasional.
“Masalah sampah tidak mungkin selesai tanpa melibatkan semua pihak karena sampah adalah urusan bersama. Persoalan utamanya terletak pada pemilahan sampah organik dan anorganik. Sampah organik dapat diolah menjadi pupuk atau produk lain, sedangkan sampah anorganik dapat didaur ulang. DKI Jakarta tidak hanya menghadirkan regulasi, tetapi juga telah melakukan aksi secara masif hingga tingkat RT dan RW. Daerah lain dapat mencontoh langkah yang dilakukan Jakarta,” paparnya.(Sofian)

