“Beberapa pengamat percaya bahwa kegigihannya mungkin didorong oleh keinginan untuk menggunakan kesempatan itu secara simbolis dan mengubahnya menjadi acara publisitas pribadi,” bunyi pernyataan tersebut, dilansir CNN.
Sebelumnya, Trump menyampaikan optimisme bahwa sebuah kesepakatan yang disebut dapat mengakhiri konflik di Timur Tengah akan segera diwujudkan.
Melalui akun Truth Social miliknya, ia menyatakan penandatanganan dokumen tersebut telah dijadwalkan dan akan membawa dampak besar bagi kawasan.
“Kesepakatan itu dijadwalkan akan ditandatangani besok, dan segera setelah ditandatangani, Selat Hormuz TERBUKA UNTUK SEMUA,” kata Trump dalam unggahan di platform Truth Social miliknya, Sabtu (13/6).
Pernyataan tersebut langsung menarik perhatian internasional mengingat Selat Hormuz merupakan salah satu jalur distribusi minyak dan gas terpenting di dunia. Namun hingga kini, sikap Iran masih menunjukkan bahwa proses negosiasi belum mencapai tahap penandatanganan sebagaimana diklaim Washington.
