Dikutip Reuters, keluhan Trump ini juga muncul di tengah pengakuannya bahwa ia merasa frustrasi menghadapi Netanyahu yang terus ingin menggempur Lebanon, yang menjadi pelanggaran terhadap gencatan senjata AS-Iran.
Trump bahkan mengakui Netanyahu mempersulit upaya AS mengakhiri perang dengan Iran lewat perundingan yang sedang berlangsung.
Sementara itu, Israel memang terus melancarkan serangan ke Lebanon ketika AS dan Iran hendak menyepakati nota kesepahaman (MoU) secara resmi untuk mengakhiri perang di Swiss pada Jumat (19/6) ini.
Sejumlah pejabat Israel memang secara tertutup mengungkapkan frustrasi terhadap kesepakatan Iran yang dicapai Trump. Sementara, Trump sendiri semakin kehilangan kesabaran menghadapi Netanyahu akibat serangan Israel ke Beirut yang memicu serangan balasan Iran pada saat ia tengah berupaya menyelesaikan perjanjian damai.
Trump mengatakan dirinya memiliki “hubungan yang sangat baik” dengan Netanyahu. Namun dalam kesempatan yang sama, ia menegaskan bahwa pemimpin Israel itu harus “lebih bertanggung jawab” terkait Lebanon.

