Keluarga korban menduga meninggalnya Athar berkaitan dengan keterlambatan proses rujukan ke rumah sakit lain yang dinilai memiliki fasilitas lebih lengkap untuk menangani kondisi sang balita.
Dugaan tersebut kemudian menjadi sorotan publik setelah video suasana duka keluarga korban viral di media sosial. Banyak warganet menyampaikan belasungkawa sekaligus meminta adanya penjelasan terkait penanganan medis yang diberikan kepada korban sebelum meninggal dunia.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak RSUD Syekh Yusuf terkait dugaan keterlambatan rujukan yang disampaikan keluarga korban. Pihak rumah sakit diharapkan dapat memberikan klarifikasi guna menjelaskan kronologi penanganan medis yang dilakukan terhadap Athar selama berada di IGD.
Kasus ini pun menjadi perhatian masyarakat dan memunculkan berbagai respons terkait pelayanan kesehatan, khususnya mekanisme penanganan pasien dalam kondisi darurat serta proses rujukan ke fasilitas kesehatan yang lebih memadai.
Pihak keluarga berharap kejadian serupa tidak terulang dan meminta adanya evaluasi terhadap sistem pelayanan kesehatan agar pasien yang membutuhkan penanganan lanjutan dapat memperoleh tindakan secara cepat dan tepat.(Vinolla)

