Meski berada dalam ancaman, Susi mengaku tetap berusaha mempertahankan kendaraannya. Ia bahkan menolak mundur meski ditodong senjata.
“Saya tidak mau masuk karena motor saya mau dibobol. Saya terus menepis tangannya saat menodongkan pistol ke arah saya,” ujarnya.
Korban kemudian berteriak meminta pertolongan warga sekitar. Namun, pada awal kejadian belum ada warga yang keluar rumah untuk membantu.
“Saya teriak maling, maling, tetapi awalnya tidak ada warga yang keluar,” tutur Susi.
Beberapa saat kemudian, sejumlah warga mulai berdatangan ke lokasi. Kehadiran warga membuat pelaku panik dan berusaha melarikan diri menuju rekannya yang telah menunggu di atas sepeda motor.
Sebelum kabur, salah satu pelaku sempat kembali mendekati lokasi sambil mengangkat senjata api ke udara. Tindakan itu diduga dilakukan untuk menakut-nakuti warga yang mulai berkumpul.
“Ketika warga mulai keluar, dia sempat lari ke arah temannya. Tapi kemudian balik lagi sambil mengangkat pistol ke atas,” kata Susi.
Aksi pencurian tersebut akhirnya gagal. Kedua pelaku memilih melarikan diri tanpa membawa sepeda motor milik korban.
