Dheny menambahkan, video asli tidak hanya berisi atraksi debus memakan pecahan lampu neon. Dalam rekaman lengkapnya juga terdapat pertunjukan sulap menggunakan ompreng atau wadah makanan yang biasa digunakan dalam distribusi MBG.
“Sebenarnya ada adegan sulap menggunakan ompreng, tetapi bagian itu dipotong. Narasinya juga diubah dan musik latarnya berbeda. Aslinya menggunakan lagu khas tarling Pantura,” jelasnya.
Pihak SPPG Kubangsari pun menyayangkan penyebaran video yang telah diedit dan diberi narasi tertentu karena dinilai dapat menimbulkan persepsi negatif terhadap relawan maupun program yang mereka jalankan. (Vinolla)
