Penyidik negara bagian dan tim forensik dikirim ke lokasi tak lama setelah serangan untuk mengumpulkan bukti dan mengevakuasi jenazah, kata kantor kejaksaan dalam sebuah pernyataan, sambil menambahkan bahwa mereka berkoordinasi dengan pejabat keamanan federal.
Pihak berwenang tidak segera memberikan rincian lebih lanjut mengenai motif kemungkinan pembunuhan Bravo, yang merupakan anggota koalisi oposisi partai-partai oposisi, termasuk PAN (Partai Aksi Nasional).
Kekerasan terhadap pejabat lokal tetap menjadi perhatian di beberapa wilayah Meksiko, di mana kelompok kejahatan terorganisir sering kali memiliki pengaruh, terutama di daerah pedesaan.
Mario Hernandez Garcia, walikota kota lain di Oaxaca, Santiago Amoltepec, tewas bulan lalu dalam serangan yang juga menewaskan dua orang lainnya.
Kartel Jalisco Nueva Generacion dan Sinaloa sama-sama aktif di Oaxaca, yang berbatasan dengan Samudra Pasifik.
Hampir 100 wali kota telah dibunuh di Meksiko sejak 2006, ketika kekerasan terkait narkoba meledak di negara tersebut. (far)
