Selain berdampak sosial, pelaksanaan kurban tahun ini juga memiliki nilai ekonomi yang sangat besar. Berdasarkan estimasi harga kurban yang digunakan Baznas, yakni sekitar Rp21 juta per ekor sapi dan Rp3 juta per ekor kambing, nilai ekonomi dari 2.032.753 hewan kurban diperkirakan mencapai Rp18,28 triliun.
Dari jumlah tersebut, nilai ekonomi sapi kurban diperkirakan mencapai sekitar Rp14,21 triliun, sedangkan kambing kurban mencapai sekitar Rp4,07 triliun. Angka ini menunjukkan bahwa ibadah kurban turut menggerakkan roda ekonomi masyarakat, mulai dari peternak, pedagang hewan, hingga distribusi daging kepada penerima manfaat.
Berdasarkan estimasi Baznas, sapi kurban rata-rata berbobot 220–250 kilogram dan kambing 27–29 kilogram. Dengan asumsi hasil karkas sekitar 50 persen untuk sapi dan 45 persen untuk kambing, lebih dari 2 juta hewan kurban tahun ini diperkirakan menghasilkan sekitar 96,27 ribu ton daging dan karkas yang didistribusikan kepada masyarakat.
Pelaksanaan kurban juga memperkuat peran masjid sebagai pusat pemberdayaan ekonomi dan jaminan sosial umat. Melalui distribusi daging kurban yang menjangkau masyarakat luas, masjid tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga pusat pelayanan dan kepedulian sosial yang menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
