Abu Rokhmad menjelaskan, peserta tidak hanya dipertemukan untuk saling mengenal, tetapi juga dibimbing memahami bahwa pernikahan merupakan amanah yang membutuhkan kesiapan lahir dan batin. Karena itu, seluruh rangkaian kegiatan disusun melalui sesi perkenalan, pendalaman komunikasi, hingga muhasabah agar peserta dapat mengenal calon pasangan secara lebih bertanggung jawab.
Ia juga mengingatkan bahwa ta’aruf merupakan bagian dari ajaran Islam yang mengedepankan adab dan kemuliaan. Mengutip Al-Qur’an, Abu Rokhmad mengatakan bahwa manusia diciptakan berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar saling mengenal. “Ta’aruf bukan sekadar saling berkenalan, tetapi jalan untuk saling memahami dengan cara yang makruf dan menjaga kehormatan masing-masing,” tuturnya.
Abu Rokhmad berharap, kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan Gerakan Sadar Pencatatan Nikah sehingga semakin banyak generasi muda menempuh jalan pernikahan secara sah, tercatat, dan bertanggung jawab. Menurutnya, hal itu sejalan dengan arahan Menteri Agama Nasaruddin Umar yang terus mendorong penguatan layanan keagamaan yang berdampak langsung bagi masyarakat.

