Pada kuarter penutup, Aras sempat mendekat dan membuat pertandingan berlangsung menegangkan. Namun AKJ berhasil menjaga keunggulan hingga peluit akhir berbunyi dengan skor 76-73 sekaligus mengamankan tiket ke partai final.
Jonathan Marco menjadi pemain terbaik AKJ Semarang dengan kontribusi 19 poin, 4 rebound, dan 5 assist. Sementara di kubu Aras Gading Muda Jakarta, Justin Simon tampil impresif dengan torehan 17 poin dan 9 rebound.
Pelatih AKJ Semarang, Hadi Bingan, mengungkapkan bahwa salah satu tantangan terbesar yang tidak banyak terlihat adalah upaya membatasi pemain kunci Aras yang tampil menonjol sepanjang turnamen.
“Kami fokus mengurangi efektivitas pemain mereka yang di pertandingan-pertandingan sebelumnya sangat menonjol. Banyak penyesuaian kami lakukan agar dia tidak leluasa memegang bola,” ujar Hadi.
Menurutnya, setiap pertandingan membutuhkan pendekatan yang berbeda. Karena itu, AKJ selalu berusaha menyesuaikan strategi dengan karakter permainan lawan.
“Kami tetap harus melihat karakter lawan. Seperti hari ini, kami harus benar-benar aware terhadap cara mereka bermain sehingga bisa melakukan penyesuaian yang tepat,” katanya.

