“Baru sekitar satu tahun sejak federasi tinju Indonesia berdiri kembali, kini Indonesia sudah menjadi salah satu kekuatan lima besar Asia. Padahal Asia merupakan benua dengan persaingan tinju terkuat di dunia. Ini pencapaian yang patut diapresiasi,” tegas Ali.
Ali juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pemuda dan Olahraga, Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia), serta seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan kejuaraan tersebut.
“Saya sangat puas dengan penyelenggaraan ini. Para atlet memberikan umpan balik yang sangat positif. Jika atlet merasa senang, maka kami juga senang. Saya yakin Indonesia bukan hanya siap menjadi tuan rumah Kejuaraan Asia, tetapi juga siap menyelenggarakan Kejuaraan Dunia,” imbuhnya.
Sementara itu, Olympian Athena 2004 Bonyx Saweho menilai keberhasilan menjadi tuan rumah sekaligus meraih prestasi merupakan momentum yang telah lama dinantikan insan tinju nasional.
“Sebagai mantan atlet saya merasa sangat bangga melihat Indonesia kembali menjadi tuan rumah kejuaraan sebesar ini. Yang lebih membanggakan lagi, atlet-atlet kita mampu menunjukkan prestasi terbaik, termasuk meraih medali emas. Saya berharap seluruh masyarakat Indonesia terus memberikan dukungan agar tinju Indonesia semakin berprestasi, baik di SEA Games, Asian Games, hingga Olimpiade,” tutup Bonyx. (bam)
