IPOL.ID – Tata kelola yang bersih mampu menghadirkan hasil nyata. Balai Besar Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BBPTU-HPT) Baturraden berhasil meningkatkan produksi sekaligus penjualan susu segar hingga dua kali lipat setelah memperkuat sistem transparansi, digitalisasi layanan, dan pengendalian gratifikasi.
Keberhasilan tersebut menjadi modal penting bagi satuan kerja di bawah Kementerian Pertanian (Kementan) dalam mempersiapkan transformasi menuju Badan Layanan Umum (BLU), yang mensyaratkan tata kelola keuangan yang transparan, akuntabel, dan berintegritas.
Kepala BBPTU-HPT Baturraden, Dani Kusworo, mengatakan reformasi birokrasi yang dijalankan tidak hanya berfokus pada peningkatan pelayanan, tetapi juga menutup seluruh celah praktik pungutan liar dan gratifikasi dalam setiap proses bisnis, mulai dari layanan pembibitan hingga perdagangan produk peternakan.
“Menuju status BLU yang penuh transparansi dan akuntabilitas adalah visi besar kami. Kami ingin membuktikan kepada masyarakat bahwa integritas bukan sekadar slogan, melainkan modal bisnis terbaik. Dengan memegang prinsip ‘Susu Murni, Bisnis Bersih’, kami menutup rapat pintu gratifikasi. Kepercayaan yang diberikan oleh mitra industri pengolahan susu meningkat tajam sehingga serapan produk kami di pasar melonjak dua kali lipat,” kata Dani dalam keterangannya, Jumat (10/7/2026).

