Ekonom Lili Yan Ing mengatakan, perpindahan dana tersebut memiliki dua sisi. “Dari sisi positif, pengalihan bisnis ritel kepada bank domestik dan regional merupakan indikasi yang baik bagi perkembangan industri perbankan Asia, sekaligus memperkuat peran bank lokal dalam pembiayaan. Namun di sisi lain, bank-bank besar dunia tampaknya tidak lagi melihat prospek ekspansi yang kuat pada segmen consumer retail di Indonesia. Hal ini sejalan dengan melemahnya daya beli masyarakat dan menyusutnya kelompok kelas menengah sehingga mereka memilih memfokuskan bisnis pada layanan wealth management di tingkat global,” ujarnya dikutip dari akun tiktoknya @liliyaning.official.
Sementara itu, Managing Director Research PT Samuel Sekuritas Indonesia Harry Su menilai keputusan repatriasi laba juga dipengaruhi faktor eksternal, termasuk pelemahan nilai tukar rupiah yang mengurangi daya tarik untuk mempertahankan laba di Indonesia.
Menurutnya, selama sentimen investor global masih berhati-hati, tren pengiriman laba ke kantor pusat masih berpotensi berlanjut meski tidak otomatis mencerminkan krisis di sektor perbankan nasional.

