Gagasan AI for Life dirumuskan oleh Dewan Guru Besar BINUS University melalui pendekatan lintas keilmuan. Pendekatan ini menegaskan bahwa AI bukan hanya isu teknologi, tetapi juga berkaitan dengan pendidikan, industri, kreativitas, tata kelola, hukum, geopolitik, dan kebijakan nasional.
Forum ini menghadirkan pemikiran lintas disiplin dari para Guru Besar BINUS University yang menyoroti berbagai aspek strategis pemanfaatan AI bagi masa depan Indonesia, sebagai berikut:
Subtim A: Teknologi, Engineering, dan Information Technology dengan Segala Dampaknya
Subtim ini terdiri dari Prof. Firdaus Alamsjah, Prof. Widodo Budiharto, dan Prof. Engkos A. Kuncoro. Fokus ini menyoroti pentingnya transformasi digital yang tidak berhenti pada penggunaan teknologi. AI perlu dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas, memperkuat kualitas pengambilan keputusan, membangun kapabilitas baru, serta menciptakan inovasi yang berdampak bagi industri dan masyarakat.
Dalam pandangan Subtim A, tantangan Indonesia bukan sekadar mengadopsi AI, tetapi bagaimana mengubah AI menjadi nilai ekonomi dan sosial yang nyata. Organisasi, industri, dan institusi pendidikan perlu bergerak dari AI adoption menuju AI transformation, yaitu dari sekadar memakai teknologi menjadi mampu menciptakan nilai melalui teknologi. Hal ini membutuhkan kesiapan sumber daya manusia, literasi digital, tata kelola data, perlindungan privasi, etika, dan kepemimpinan yang adaptif.

