Tetty menjelaskan materi yang disampaikan bersama Bank Mandiri tidak hanya membahas pengelolaan keuangan pribadi, tetapi juga perencanaan usaha, pengelolaan arus kas, hingga pentingnya investasi yang sesuai dengan kebutuhan peserta. Menurut Tetty, literasi keuangan menjadi bekal penting agar dana manfaat JHT dapat memberikan nilai tambah dalam jangka panjang.
“Kami ingin peserta memiliki kemampuan mengelola keuangan secara sehat sehingga manfaat JHT dapat memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan,” kata Tetty.
Tetty menuturkan Program PEKA dijalankan melalui prinsip 3P, yaitu Pelatihan, Produktivitas, dan Profit. Melalui pendekatan tersebut, peserta memperoleh peningkatan keterampilan, didorong mengembangkan usaha yang produktif, serta memiliki peluang menciptakan sumber penghasilan baru. Konsep ini menjadi implementasi semangat Value Beyond Protection, yaitu menghadirkan manfaat yang tidak berhenti pada pembayaran klaim, tetapi juga mendukung keberlanjutan kesejahteraan peserta dan keluarganya.

