Pendekatan serupa kini terus dikembangkan BPJS Ketenagakerjaan di berbagai daerah sebagai bagian dari transformasi layanan yang berorientasi pada pemberdayaan ekonomi keluarga pekerja.
“Program PEKA kami rancang agar peserta mampu bangkit, berkembang, dan tetap produktif setelah menerima manfaat Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan,” tutur Tetty.
Tetty menambahkan pihaknya akan terus memperluas edukasi dan pendampingan kepada peserta melalui kolaborasi dengan berbagai mitra strategis, termasuk perbankan, agar semakin banyak peserta memiliki kemampuan mengelola dana manfaat secara produktif. Menurut Tetty, perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan akan semakin optimal apabila diikuti dengan peningkatan literasi keuangan dan kemandirian ekonomi peserta.
“Kami berharap setiap peserta tidak hanya memperoleh perlindungan saat menghadapi risiko, tetapi juga memiliki bekal untuk membangun masa depan ekonomi yang lebih baik melalui pengelolaan dana manfaat yang tepat,” pungkas Tetty. (msb/dani)

