“Hasilnya luar biasa. Satu hektar bisa 40 ton, dan ini sudah ada yang menampung, sudah ada yang beli. Udangnya segar-segar, bagus-bagus kualitasnya, untuk ekspor mudah-mudahan tidak ada masalah apa-apa,” katanya.
Politisi Fraksi Partai Gerindra itu juga memberikan apresiasi kepada KKP yang tidak hanya membangun kawasan budidaya, tetapi menjadikannya sebagai pusat pelatihan bagi masyarakat maupun pelaku usaha yang ingin mengembangkan usaha serupa.
“Apresiasi kami dari Komisi IV kepada KKP bahwa bisa melakukan budidaya udang seperti ini. Dan juga tidak hanya untuk budidaya begitu saja, tetapi juga untuk pelatihan-pelatihan. Jadi bagi masyarakat atau perusahaan-perusahaan yang ingin menduplikasi atau meniru budidaya udang ini, bisa datang ke sini,” jelasnya.
Menurut Titiek, model budidaya tersebut layak direplikasi di berbagai daerah di Indonesia. Ia berharap setiap provinsi memiliki kawasan budidaya udang yang tidak hanya menjadi sentra produksi, tetapi juga pusat pembelajaran bagi masyarakat. Dengan demikian, program tersebut dapat meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan gizi.
