“Saya rasa kalau makin banyak lagi di seluruh Indonesia, setiap provinsi paling tidak punya lahan budidaya udang seperti ini, tentunya akan meningkatkan pendapatan masyarakat daerah dan juga untuk meningkatkan gizi anak-anak yang ada di sekitar daerah ini,” tuturnya.
Dalam kunjungan tersebut, Komisi IV DPR RI juga mengikuti kegiatan penebaran benur atau benih udang. Titiek menjelaskan bahwa benur yang ukurannya sangat kecil dapat tumbuh menjadi udang siap konsumsi hanya dalam waktu sekitar tiga bulan.
“Tadi kami juga menebar benih. Benihnya kecil banget, lebih kecil dari jarum. Benih udang itu namanya benur. Dari yang kecilnya lebih kecil dari jarum pentul, dalam tiga bulan sudah bisa dipanen sebesar itu,” ungkapnya.
Ia menambahkan, keberhasilan budidaya udang di Kebumen menunjukkan besarnya potensi sektor perikanan budidaya untuk terus dikembangkan. Oleh karena itu, Titiek berharap KKP dapat memperbanyak kawasan budidaya sekaligus pusat pelatihan serupa di berbagai wilayah Indonesia agar manfaat ekonominya semakin luas dirasakan masyarakat. “Mudah-mudahan di seluruh bagian Indonesia bisa dibuat seperti ini oleh KKP sebagai pusat-pusat pelatihan untuk masyarakat,” pungkasnya.(Tim Redaksi)
