Untuk itu Menpora mengajak seluruh federasi tinju di Asia bersama membangun kolaborasi yang lebih erat dalam meningkatkan kualitas kompetisi, pembinaan atlet muda, serta pengembangan sumber daya manusia di bidang olahraga tinju.
“Kita telah menyaksikan kemajuan yang luar biasa dalam olahraga Asia selama bertahun-tahun. Namun kita tahu bahwa masih banyak hal yang harus kita capai,” tutur Menpora.
Lebih lanjut Menpora menegaskan target jangka panjang olahraga tinju Asia adalah meningkatkan prestasi di ajang Olimpiade. Apalagi negara-negara Asia mempunyai potensi besar untuk mendominasi cabang olahraga tinju apabila pembinaan dilakukan secara konsisten.
Dalam hal ini Asian Boxing U19 dan U23 Championship 2026 menjadi salah satu langkah awal menyiapkan generasi petinju muda yang mampu mengharumkan nama Asia pada berbagai kejuaraan dunia hingga Olimpiade.
“Kita ingin melihat lebih banyak lagi atlet Asia berdiri di podium Olimpiade dan memenangkan medali emas di ajang Olimpiade. Melalui kompetisi yang berkualitas dan kolaborasi antarnegara Asia, kita berharap makin banyak atlet Asia bisa bersaing di level internasional termasuk Olimpiade,” tegas Menpora Erick. (bam)

