Selain pelatihan, BRI Peduli juga memberikan bantuan alat pengupas pala, alat pengiris pala, dan mesin sealer yang mampu mempercepat proses produksi sekaligus meningkatkan kualitas pengemasan.
“Dulu proses mengupas pala bisa memakan waktu sekitar lima jam, sekarang dengan alat bantuan dari BRI hanya sekitar dua jam. Begitu juga proses mengiris pala yang biasanya membutuhkan enam jam, kini selesai dalam dua jam. Untuk pengemasan juga jauh lebih cepat karena sudah menggunakan alat sealer. Hasil kemasannya lebih rapi, lebih kokoh, dan pekerjaan kami jadi jauh lebih ringan,” imbuhnya.
Efisiensi tersebut mendorong peningkatan kapasitas produksi, menjaga kualitas produk, serta membuka peluang pemasaran yang lebih luas. Produk olahan pala KWT Bina Tani Mysari Pala kini semakin dikenal dan mampu menjangkau lebih banyak konsumen.
Bagi para anggota, Program AURA bukan hanya menghadirkan bantuan peralatan dan pelatihan, tetapi juga menjadi penyemangat untuk terus mengembangkan potensi pala sebagai komoditas unggulan yang memberikan nilai tambah bagi keluarga sekaligus membuka peluang ekonomi di lingkungan sekitar.

