Menurut Dedi, isu tersebut bukan berasal dari pemerintah, melainkan berkembang di tengah masyarakat dan media sosial.
“Narasi perubahan nama Jawa Barat menjadi Tatar Sunda bukan berasal dari Pemerintah Provinsi. Fokus kami saat ini adalah pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat. Nama provinsi tetap Jawa Barat,” tegas Dedi. (bam)

